Profil Cibalanarik




Data Geografis dan Geologi
Desa Cibalanarik terletak di Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat terbentuk pada tahun 1940 dengan kode pos 46184 dan kode area 0265. Desa Cibalanarik memiliki luas wilayah 973,425 ha/m2 dengan luas pemukiman 25,175 ha/m2, luas persawahan 562 ha/m2, luas perkebunan 350 ha/m2, luas kuburan 4 ha/m2, luas pekarangan 10 ha/m2, perkantoran 0,25 ha/m2, luas prasarana umum lainnya 2 ha/m2.


Peta Desa Cibalanarik

Desa Cibalanarik memiliki batas wilayah sebelah utara yaitu Desa Wargakerta Kecamatan Sukarame, sebelah selatan yaitu Sukasenang Kecamatan Tanjungjaya, sebelah barat yaitu Desa Cintajaya Kecamatan Tanjungjaya, sebelah timur yaitu Desa Cilolohan Kecamatan Tanjungjaya.
Terminal Cibalanarik dekat Gerbang Jalan Menuju Situ Sanghyang

Jarak Desa Cibalanarik ke pusat pemerintahan Kecamatan Tanjungjaya 4 Km, jarak Desa Cibalanarik ke ibukota Kabupaten Tasikmalaya yakni 18 Km dan jarak dari Desa Cibalanarik ke ibukota provinsi adalah 110 Km. Sarana dan prasarana yang terdapat di Desa Cibalanarik yaitu Kantor Desa, GOR Desa, gedung sekolah TK/PAUD, SD, MI, MTs, SMK, MA, masjid, mushola, gedung serbaguna, sumur, puskesmas, irigasi, dan akses jalan Desa Cibalanarik.
Situ Sanghyang

Kontur tanah dari Desa Cibalanarik yang cukup berbukit-bukit, sehingga persawahannya bersistem terasering. Keadaan topografi wilayah desa Cibalanarik terdiri dari dataran rendah 5 Ha, perbukitan 11 Ha, kawasan hutan sekitar 40 Ha, kawasan wisata yakni Situ Sanghyang 34 Ha, dan yang lainnya terdiri dari pertokoan, perkantoran, dan perumahan. Kawasan perbatasan dengan kecamatan lain luasnya sekitar 4 Ha. Desa Cibalanarik merupakan desa penunjang ibu kota kabupaten, jarak cibalanarik dengan ibu kota kabupaten sekitar 18 Km.
Data Demografis
Desa Cibalanarik memiliki jumlah penduduk sekitar 7.462 jiwa yang terdiri dari laki-laki sebanyak 3.714, perempuan sebanyak 3.746. Mata pencaharian terbanyak di Desa Cibalanarik yaitu buruh tani yakni 1.147. Tingkat pendidikan terbanyak di Desa Cibalanarik yaitu tamat SD/sederajat. Jumlah penduduk miskin di Desa Cibalanarik sebanyak 853 KK.

Tata Pemerintahan
Desa Cibalanarik dipimpin oleh seorang kepala desa yang dibantu oleh perangkat desa dan lembaga kemasyarakatan seperti sekretaris desa serta kepala urusan, yaitu :
• Kepala Urusan Pemerintahan
• Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat
• Kepala Urusan Perekonomian
• Kepala Urusan Pembangunan
• Kepala Urusan Keuangan
• Kepala Urusan Umum
• Kepala Urusan Pemberdayaan Masyarakat

Dan juga kepala dusun yang terdiri dari:
• Kepala Dusun Pangadagan
• Kepala Dusun Munjul
• Kepala Dusun Lemahneundeut
• Kepala Dusun Cibalanarik

v Pembagian Daerah Pemerintahan Desa Cibalanarik
Desa Cibalanarik dibagi menjadi 4 dusun 8 Rukun Warga (RW) dan 31 Rukun
Tetangga (RT)/kampung.

Gambar Struktur Pemerintahan Desa Cibalanarik Periode 2009-2015

Struktur Pemerintahan Desa Cibalanarik (2009-2015)


IPM Desa (Pendidikan, Ekonomi, dan Kesehatan)
Ø Orientasi Kependidikan
Pendidikan di Desa Cibalanarik bisa dikatakan cukup memadai. Ini terlihat dari jumlah sekolah, pengajar, serta pelajar yang cukup banyak, seperti pada tabel:


Tabel Pendidikan

Kelayakan Sekolah
SDN 1 Cibalanarik

SDN 1 Cibalanarik

SDN 2 Cibalanarik

SDN 2 Cibalanarik

MI Cibalanarik

MI Cibalanarik

Dari pengamatan yang dilakukan dari tim KKNM Desa Cibalanarik, Tasikmalaya, kelayakan sekolah dilihat dari sarana prasarana cukup memadai. Misalnya, SDN 1 Cibalanarik dari segi bangunan sekolah sudah sangat memadai untuk proses belajar-mengajar dan didukung oleh tenaga pengajar yang berkompeten.
Ø Orientasi Aktivitas Ekonomi Masyarakat
Masyarakat Desa Cibalanarik secara umum bermata pencaharian sebagai petani. Namun, ada juga yang bermata pencaharian sebagai wiraswasta, pertukangan, buruh, dan sisanya merupakan pensiunan.
Berikut data spesifik dari jumlah penduduk menurut mata pencaharian di Desa Cibalanarik :

Tabel Ekonomi
Mata Pencaharian sebagian besar masyarakat Desa Cibalanarik bidang pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, dan pertambangan batu. Di industri pertanian, luas lahan persawahan 582 Ha, lahan perkebunan 350 Ha. Lahan yang dijadikan untuk padi sawah 165 Ha, Ubi kayu 1,5 Ha, Ubi Jalar 1 Ha, jagung 0,25 Ha, dan kacang tanah 0,25 Ha.
Masalah pertanian di Desa Cibalanarik adalah air yang cukup tersedia sepanjang musim, air hanya melimpah pada musim penghujan sedangkan pada musim kemarau air masih kekurangan. Irigasi sudah ada tetapi tidak berjalan dengan baik.

Masyarakat yang bekerja sebagai pedagang sebagian menjual makanan keliling dan warung-warung kelontong yang ada disetiap sudut desa. Pedagang keliling di Desa Cibalanarik biasa menjual gorengan, tahu bulat, opak aci dan ketan, wajit, keripik pisang dan keripik singkong. Masyarakat desa Cibalanarik juga mempunyai usaha dalam penjualan ayam potong, di dusun Pangadagan ada penjual ayam kampung potong, kambing, dan domba.
Ø Orientasi Pola Hidup Sehat
Desa Cibalanarik terdapat 2 lembaga kesehatan yaitu Posyandu sebanyak 8 unit, Puskesmas sebanyak 1 unit, dan rumah bersalin sebanyak unit. Posyandu didirikan semenjak masa pemerintahan gubernur Ahmad Heryawan, jumlah posyandu terus menerus ditambahkan agar meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, agar lokasi dengan warga menjadi lebih dekat. Meskipun begitu, berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Ade yang merupakan ketua Posyandu, ia mengungkapkan bahwa Fasilitas yang dimiliki oleh Posyandu masih belum lengkap masih belum lengkap.

Posyandu berfokus pada ibu dan anak serta mengontrol kehamilan ibu dan tumbuh kembang anak. Pelayanan yang diberikan oleh posyandu seperti penimbangan anak, konsultasi mengenai kehamilan, serta memberikan vaksinasi kepada balita. Namun, menurut ibu Ade, ia mengungkapkan bahwa ia masih belum puas dengan kinerja dari posyandu, karena ia menganggap bahwa operasional dari Posyandu masih lambat, dan perlu ditingkatkan lagi.
Puskesmas di sisi lain memberikan pelayanan kesehatan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat umum. Puskesmas juga menerima Jamkesmas atau sekarang yang telah berkembang menjadi BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), sehingga dapat meringankan beban warga yang ingin berobat. Untuk rumah bersalin sendiri berungsi untuk membantu warganya yang ingin melahirkan.
Untuk tenaga kesehatan sendiri, di Cibalanarik memiliki cukup banyak tenaga kesehatan. Di Cibalanarik memilki 1 dokter umum, 1 dokter gigi, 1 dokter spesialis, 15 paramedik, 3 dukun bersalin, dan 3 bidan. Untuk bidan sendiri memiliki jadwal jaga yang begantian di Posyandu.
Permasalahan Sosial Kemasyarakatan
Masyarakat Desa Cibalanarik memiliki masalah yang menghambat keberfungsian sosial. Salah satu permasalahan yang dihadapi masyarakat Desa Cibalanarik adalah masalah alam yakni bencana longsor. Tanah di Desa Cibalanarik masih termasuk tanah yang belum stabil. Menurut data dari desa, pada awal tahun 2013 terjadi bencana longsor di Dusun Lemahneundeut. Tidak hanya di Dusun Lemahneundeut, di dusun-dusun lain seperti cibalanarik dan dusun munjul juga terbilang rawan longsor.

Selain tanahnya yang belum stabil, akses jalan antar dusun masih menjadi kendala yang menjadi pekerjaan rumah masyarakat desa. Dari dusun Munjul hingga ke kantor desa dibutuhkan waktu 90 menit dengan berjalan kaki. Tentunya ini menjadi kendala bagi masyarakat desa yang ingin mengakses kantor desa untuk kepentingan administratif.
Adapun masalah lain yang dihadapi oleh masyarakat desa Cibalanarik yakni adanya masalah permodalan. Masyarakat memiliki modal yang terbatas untuk usaha yang dijalankannya. selain modal yang terbatas, keterampilan sumber daya manusia di Desa Cibalanarik masih terbilang sangat minim. Tingkat pendidikan terakhir yang masih sangat rendah menjadikan Desa Cibalanarik memiliki keterampilan yang masih sangat terbatas.